The science behind Ar-kick

No widget added yet.

The science behind Ar-kick

Ar-kick telah melalui penelitian panjang di Jepang (Tokyo Institute of Technology dan Waseda University) dan Indonesia oleh para ilmuwan asal Indonesia. Ar-kick terbuat dari bahan berkualitas dan dirancang untuk memberikan manfaat dan kenyamanan optimal bagi penggunanya. Selain dapat digunakan dalam pemanasan sebelum latihan inti, Ar-kick juga sangat cocok untuk membakar kalori dengan cepat karena secara langsung melatih otot paha (otot terbesar di tubuh).

 

Beberapa kelebihan utama Ar-kick adalah:

Limited space, no problem

Kurangnya lapangan olahraga menjadi masalah klasik di kota-kota besar saat ini. Namun masalah tersebut bisa terselesaikan, karena Ar-kick hanya membutuhkan minimal space 2×1 meter. Anda dapat berlatih tanpa dinding untuk memantulkan bola dan tanpa ditemani partner berlatih.
Power development
Dalam waktu 15 menit dengan Ar-kick Anda dapat melakukan + 1000 tendangan/sentuhan terhadap bola (berat 0.4 kg). Ini artinya selama 10 menit energi yg digunakan sebanding dengan mengangkat beban 350 kg setinggi 0.5 meter. Apabila hal ini dilakukan secara rutin akan meningkatkan power tendangan secara signifikan.

    \[ U_{leg} = \frac{V_{ball}(m_{leg}+m_{ball})+U_{ball}(m_{ball}e-m_{ball})}{m_{leg}(1+e)} \]

 

Number of touches
Di amerika seorang pemain bola dapat melakukan +425 tendangan/sentuhan dlm 90 mnt (satu sesi). Sedangkan di Eropa + 2100 tendangan/sentuhan dlm satu sesi latihan. Di belanda, pemain professional terbiasa melakukan 10.000 sentuhan/hari. Dengan Ar-kick Anda semakin sering berinteraksi dengan bola sehingga akan meningkatkan skill Anda. (referensi: http://www.theguardian.com/football/these-football-times/2014/feb/14/footballers-practice-perfection-10-000-touches-day)

 

Bagian tubuh yang dilatih

Warna merah menunjukkan otot-otot yang dilatih/bekerja saat melakukan gerakan, juga termasuk otot-otot yang mendapatkan momentum bola. Diantaranya: Rectus abdominus, pectoralis major, trapezius, biceps femoris, vastus lateralis, rectus femoris dan gluteus maximus.

Analisa Biomechanics

 Passing yang tepat dilakukan dengan sudut 90 derajat (tegak lurus) antara kaki penahan dan kaki penendang, sehingga akan menghasilkan passing yang akurat dan bertenaga. Ar-kick melatih Anda untuk selalu menjaga teknik yang tepat saat passing. Ar-kick memberikan indikator apakah teknik yang digunakan tepat yaitu bola mengayun lurus.

 Chest control dilakukan dengan dada yang bidang. Ar-kick mengikat ke bagian bahu yang berhubungan langsung dengan dada, sehingga memaksa tubuh untuk selalu dalam posisi tegap dengan dada bidang. Ini adalah posisi yang tepat untuk menerima bola.

 

Side volley kick adalah salah satu teknik yang cukup sulit dilakukan. Dengan Ar-kick teknik tersebut dapat dilatih dengan mudah, benar dan berulang. Dari gambar terlihat bahwa pengguna Ar-kick dapat melakukan side volley kick dengan gerakan dan rotasi layaknya pemain profesional.